Halaman ini kami sediakan bagi anda yang mempunyai pertanyaan tentang kesehatan, akan dibahas dan dijawab oleh team dokter Klinik Rancamanyar

————————————————————————————————————————————————————————————

 

Penyakit Kuning

Selamat pagi dok, saya seorang ibu muda sedang mengandung anak pertama mohon penjelasannya mengenai penyakit kuning, penyebab dan apa yang harus kita lakukan, terima kasih, aimme

 

Selamat pagi jua bu aimee, selamat ya atas kehamilan pertamanya semoga sehat selalu, baiklah saya mulai dari apa itu sakitu kuning. Sakit kuning merupakan gejala suatu penyakit atau gangguan organ tubuh. Penyakit ini sering merupakan gangguan pada liver, penyumbatan saluran empedu atau disebabkan pemakaian obat-obatan yang mengganggu fungsi hati.

 

Gejalanya berupa Warna kuning yang timbul pada kulit dan mata.

 

Penyebab Warna kuning yang timbul pada kulit dan mata dikarenakan bilirubin yang meningkat. Bilirubin akan dibawa ke liver untuk dimetabolisme, tetapi karena ada gangguan pada liver sehingga kerja liver tidak sempurna, maka bilirubin akan meningkat jumlahnya dalam darah dan menyebabkan warna kuning.

 

Komplikasi antara lain Penyakit yang dapat menyebabkan peningkatan bilirubin:

1. Hepatitis

2. Cirrhosis

3. Batu empedu

4. Anemia tertentu

5. Malaria

6. Siphilis

7. Penyakit hodgkin

8. Liver immatur pada bayi baru lahir

 

Apa yang dapat ibu lakukan sebagai penanganan pertama, antara lain :

1. Minum oralit sebanyak cairan diare yang keluar

2. Bila dicurigai ada cholera atau tanda-tanda dehidrasi segera dibawa ke RS terdekat

 

Adapun tindakan yang dilakukan oleh dokter adalah :

1. Melakukan pemeriksaan darah dan urine lengkap untuk menentukan pengobatan

2. Pada bayi baru lahir dilakukan fototherapy, sampai livernya cukup memetabolis bilirubin.

 

Tentu saja penyakit kuningdapat dicegah yaitu dengan melakukan :

1. Minum air yang sudah dimasak sampai mendidih

2. Makan makanan yang baru dimasak

3. Makan buah-buahan yang baru dikupas

4. Lindungi makanan dari lalat/kecoa/tikus

5. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih sesudah dari kamar mandi atau menyiapkan hidangan

6. Hindari tempat makanan yang kurang bersih

7. Jangan menyuburkan tanah dengan pupuk kototran manusia

 

Sekian jawaban dari saya, semoga memuaskan ibu aimme dan bermanfaat, terimakasih.

 

Kesulitan Buang Air Besar

Apa kabar dok, anak saya laki-laki umur 7 tahun akhir-akhir ini mengalami kesulitan untuk buang air besar, yang ingin saya tanyakan bagaimana hal ini bias terjadi dan apa solusinya, terimakasih, ipah di bekasi

 

Kabar baik bu Ipah, baiklah akan kami jelaskan mengenai kesulitan buang air besar atau konstipasi.

 

Dalam istilah umum konstipasi disebut sebagai sembelit. Konstipasi pada seorang anak dapat membuat panik orang tua. Pada sebagian besar kasus, kejadian konstipasi pada anak tidak berbahaya, tetapi sebagian kecil kasus dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam konstipasi ini, yaitu keadaan tinja, frekuensi buang air besar (BAB), dan keadaan fisik anak itu sendiri.

 

Pada keadaan konstipasi, tinja dalam keadaan keras sehingga sering tampak berbentuk seperti kotoran kambing. Frekuensi BAB pada anak akan berkurang dibandingkan sebelumnya. Tapi perlu diperhatikan bahwa keseringan BAB ini bervariasi, tergantung pada umur dan dietnya. Keadaan fisik anak juga menentukan, apakah menderita konstipasi atau tidak. Pada keadaan konstipasi kita dapat meraba adanya benda keras (tinja yang mengeras) di perut bagian kiri bawah.

 

Awal timbulnya konstipasi penting diperhatikan sebab dapat memberi petunjuk tentang penyebabnya. Bila kesulitan BAB terjadi sejak lahir maka perlu dipikirkan kemungkinan penyakit bawaan, misalnya penyakit Hirscprung. Penyakit ini berupa berkurangnya serabut saraf pada selaput lendir usus besar, dengan akibat usus besar kurang bergerak. Akibatnya tinja yang terbentuk tidak bisa melalui usus besar menuju anus dengan lancar. Pada waktu lahir sebenarnya telah tampak kotorannya yang berwarna hitam (mekonium) terlambat keluarnya. Pada keadaan normal, biasanya bayi telah mengeluarkan mekonium-nya dalam 24 jam pertama. Bila bayi menderita penyakit ini, selain konstipasi, akan tampak perut membuncit dan lama-kelamaan akan kurang gizi. Bila konstipasi terjadi setelah anak berusia 2-3 tahun, tentu penyebabnya adalah hal lain seperti diet, kejiwaan, dan lain-lain.

 

Lamanya keluhan konstipasi berlangsung dapat memberikan petunjuk untuk mengetahui penyebabnya. Disebut konstipasi akut bila keluhan berlangsung kurang dari 4 minggu, sedangkan bila berlangsung lebih dari 4 minggu disebut konstipasi kronik. Penyebab konstipasi kronik sukar disembuhkan.

 

Hal yang perlu diperhatikan pada anak yang menderita konstipasi, apakah konstipasi ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pada usus. Selain konstipasi, juga akan memperlihatkan gejala seperti muntah, sakit perut, dan perut membuncit. Bila anak memperlihatkan gejala-gejala demikian sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk memastikan apakah terdapat gejala penyumbatan usus.

 

Kekurangan cairan dan infeksi virus juga dapat menyebabkan konstipasi. Hal ini disebabkan karena anak kurang minum, menderita demam, dan kehilangan cairan melalui saluran napasnya. Dalam hal ini tidak perlu khawatir, sebab bil infeksi dapat diatasi biasanya konstipasinya akan hilang. Jagalah supaya anak banyak minum supaya tidak kekurangan cairan dalam tubuhnya.

 

Perubahan diet pada anak sering pula menimbulkan konstipasi yang bersifat sementara. Bila diet anak mengandung banyak karbohidrat atau susu, dan kurang mengandung buah-buahan, sayuran, dan serelia biasanya anak jadi mudah terkena konstipasi.

 

Nyeri pada anus dapat menyebabkan konstipasi, nyeri disebabkan adanya luka pada anus. Luka timbul karena anak pernah melepaskan tinja yang keras, karena luka menimbulkan sakit bila anak buang air besar, maka anak enggan buang air besar. Konstipasi juga dapat timbul bila ada perubahan suasana atau gaya hidup, seperti dalam perjalanan, sewaktu liburan, atau pindah rumah.

 

Penyebab paling sering konstipasi kronik adalah yang disebut konstipasi fungsional. Penyebabnya tidak diketahui tetapi mungkin keturunan. Diduga latihan BAB (toilet training) yang salah dan terlalu dini ikut berperan. Anak dengan konstipasi fungsional biasanya mulai memperlihatkan gejala sesudah anak dilatih BAB, pada usia 3-5 tahun. Anak memperlihatkan tingkah laku aneh yang merupakan manifestasi anak dalam melawan proses berhajat. Gejala lainnya berupa kurang nafsu makan, kurang aktif, dan kecepirit.

 

Bila anak menderita konstipasi sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk menentukan penyebabnya. Dalam hal ini pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya bukan penyakit yang serius, biasanya dicoba dengan memberikan makanan yang kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, atau agar. Dapat pula dicoba dengan mencolok anus dengan sabun mandi, larutan gliserin, atau larutan parafin melalui anus. Bila tidak berhasil, dokter akan memberikan obat pencahar untuk melancarkan BAB. Karena faktor kejiwaan sering menyebabkan konstipasi kronik pada anak, maka konsultasi pada psikiater pun perlu dilakukan.

 

Namun apa pun penyebabnya, yang penting adalah pengobatan konstipasi pada anak sedini mungkin. Bila tidak, konstipasi akan menjadi kronik, dan makin sulit mengobatinya apalagi bila telah terjadi pengaruh kejiwaan pada anak.

 

dr.Niken Pritayati, Sp.A

Klinik Anakku Bekasi

Sakit Dilutut pada Anak

 

Selamat malam dok, anak pertama saya laki-laki berusia 12 tahun, sejak seminggu terakhir ini selalu mengeluh sakit pada lututnya, terutama ketika digerakan dan pada waktu bangun tidur, kadang sampai meringis menahan sakit. Apakah yang terjadi pada anak saya, bukankah penyakit ini biasanya hanya ditemukan pada orang tua? Terimakasih atas penjelasannya, melly di tasikmalaya

 

 

Selamat malam juga ibu melly, saya dapat memahami kekhawatiran ibu mengenai anaknya yang mengalami nyeri pada lutut, berikut akan kami uraikan mengenai hal tersebut, mudah-mudahan bermanfaat.

 

Anak-anak dalam masa pertumbuhan / usia sekolah, aktif melakukan gerakan-gerakan atau berolahraga. Dalam keaktifannya itu bisa terkena penyakit Osgood-Schlatter; yakni suatu kondisi yang menyerang anak-anak dan menimbulkan rasa sakit hanya pada daerah sekitar lutut, atau penyakit Sever; suatu kondisi yang juga menyerang anak-anak namun mengakibatkan rasa sakit pada bagian belakang dari tumit. pada anak-anak; tulang panjang dan kuat sebagai tulang panjang pada kaki; tumbuh lebih panjang dari masa akhir pertumbuhan tulang dan epifisis merupakan daerah pada tulang yang dapat tumbuh.sementara urat otot yang melekat ke tulang terdapat pada bagian ujung tulang. Ketika tulang sedang aktif-aktifnya tumbuh, maka melakukan sesuatu kegiatan dengan penuh semangat dapat menyebabkan otot-otot menekan bagian episifis, sehingga bisa terjadi iritasi dan dapat timbul pembengkakan yang dapat mempengaruhi hubungan pertumbuhan tulang. Pembengkakan dengan rasa sakit itu sebagai penyakit Osgood-Schlatter bila terjadi pada daerah lutut dan ketika pembengkakan dan timbul rasa sakit pada daerah tumit belakang dikenal dengan sebutan peyakit Sever. Kedua kondisi tersebut terjadi kebanyakan pada anak-anak yang berusia antara 10-15 tahun dan lebih sering pada anak-anak yang aktif. Kebanyakan pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kadang-kadang untuk penyakit Sever bisa terjadi pada anak-anak yang berusia 8 tahun.

 

Tanda dan Gejala

 

Gejala yang timbul pada penyakit Osgood-Schlatter dan Sever hampir sama, terutama terjadinya pembengkakan yang di sertai dengan rasa sakit pada kaki. Hanya saja untuk Osgood-Schlatter pada bagian depan kaki di sekitar lutut, sedangkan Sever rasa sakit dan bengkaknya pada bagian belakang tumit. Rasa sakit tersebut datang dan pergi, namun bertambah parah jika dipakai untuk berlutut, berlari dan berlompat-lompat. Bahkan dapat menjadi parah ketika seorang anak berhenti dari berolah raga untuk sementara atau saat beristirahat. Biasanya terjadi pada satu lutut, apakah lutut kanan maupun lutut yang kiri. Tetapi mungkin juga mengenai bagian tumit sekaligus atau pada kedua belah kaki. Seorang anak yang berusia10-15 tahun beresiko terkena kondisi tersebut jika mereka sangat aktif dan melakukan olah raga dengan main-main misalnya berlari ataupun melompat dan melakukan peregangan otot pada bagian bawah kaki. Sebenarnya wajar bagi anak-anak seusia itu dalam masa-masa pertumbuhanya aktif berolah raga sehingga tidak ada cara untuk mencegah munculnya pembengkakan dengan rasa sakit pada kedua tempat tersebut. Namun cara-cara olah raga yang aman dapat dianjurkan sebagai usaha untuk mengurangi atau meminimalkan timbulnya penyakit ini.

 

Kondisi tersebut dapat dideteksi dengan adanya gejala-gejala fisik dan tanda-tanda yang nampak pada anak-anak yang yang aktif . Kebanyakan hal, dilakukan foto rontgen atau bila perlu dilakukan tes darah bagi seorang anak yang terkena penyakit ini serta memiliki gejala-gejala khusus. Termasuk misalnya kalau disertai deman, sakit yang bertambah parah, sakit pada saat istirahat atau sakit yang dapat mengakibatkan anak terbangun dari tempat tidurnya pada waktu tengah malam. Seorang anak yang menderita penyakit ini biasanya dapat diatasi atau disembuhkan dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun. Tidak ada efek yang mengganggu kemampuan gerak anak-anak dalam beberapa tahun kemudian setelah menderita penyakit ini. Sementara pengobatannya termasuk mengistirahatkan daerah yang sakit untuk tahap penyembuhan. Hal ini berarti menghindarkan diri dari aktivitas yang dapat meyebabkan rasa sakit pada daerah lutut tersebut, diantaranya gerakan berlutut, lompat-lompat atau berlari-lari. Biasanya tindakan membalut tidak begitu diperlukan, kecuali sakit yang dirasakan sangat berlebihan sehingga anak tidak dapat berjalan. Dalam hal ini, anak harus dicek untuk melihat jika ada sebab lain yang menyebabkan sakit. Mengompres dengan es pada daerah sekitar yang terkena juga dapat membantu. Pengobatan dengan menggunakan obat antiradang non-steroid juga bisa membantu juga.

 

Pada Osgood-Schlatter, mengenakan bantalan elastis yang ditempatkan diatas lutut dapat melindungi dari iritasi yang jauh dari lutut. Sedangkan pada Sever, meninggikan hak sepatu seperempat dari otot-otot tumit ketika berjalan. Bila bagian akhir dari tulang yang tumbuh mungkin tidak sembuh dari Osgood-Schlatter setelah ujung-ujung tulang menyatu, maka kondisi ini bisa menimbulkan sakit lanjutan. Pada kasus ini, bagian tersebut dapat disembuhkan dengan melalui tindakan bedah. Apa yang terjadi setelah dilakukan pengobatan pada penyakit ini? Pengobatan dengan menggunakan obat antiradang non-steroid dapat menyebabkan gangguan pada daerah perut atau timbulnya reaksi alergi. Jika tindakan pembedahan akhirnya diperlukan, berisiko tinggi pula, akan terjadinya gangguan pada perut dan reaksi alergi terhadap anestesi. Hal ini juga berpotensi terjadinya infeksi dari tindakan operasi.